Sepenggal Kegiatan Sains Fair
Duri- Weekend biasanya diantara kita menghabiskan waktu bersama
keluarga atau pergi keluar kota untuk refreshing hnamun ada yang
terlihat yang berbeda di Sekolah Alam Duri yakni menggelar sebuah
kegiatan SAINS FAIR pada sabtu 16 Februari 2019.
Acara ini walapun bersifat internal namun tak kalah menarik dengan
agenda yang dilakukan diluar. Di awali dengan pembukaan oleh MC dan
dilanjutkan dengan sambutan kepala UPTD Pendidikan kecamatan Mandau
kabupaten Bengkalis.
“ Hari ini saya bangga melihat kegiatan sekolah alam duri, ada
sisi aspek yang berbeda disini yakni belajar tidak selamanya dikelas
dan saya mensupport sekolah ini untuk terus berkembang dan berinovasi
sehingga terwujudlah pendidikan yang berintegritas, Apalagi sekolah
alam Duri ini adalah sekolah yang mengusung konsep Alam pertama di
Riau : Ujar Anwar S.Pd
Pada dasarnya, setiap aktivitas yang kita lakukan sehari-hari
dapat dikaitkan dengan dunia sains.kita juga harus bisa
memilah aktivitas-aktivitas mana yang bisa diiringi dengan upaya
mengenalkan sains pada anak.
Tidak terlalu sulit mendidik
anak sambil bermain atau melalui aktivitas ringan sehari-hari.
Misalnya, saat anak bermain di luar rumah, kita bisa menjelaskan
tentang kondisi cuaca dan tanda-tanda perubahannya. Bahwa ketika
terdapat matahari itu berarti cuaca sedang panas atau cerah, dan itu
artinya anak boleh bermain di luar.
Setelah mengetahui hal ini, anak pun akan berpikir logis terkait
baik buruknya perubahan cuaca ketika dia ingin bermain di luar
ruangan.
Atau, ketika anak tengah berenang dan bermain air, Anda pun bisa
menjelaskan tentang konsep dan sifat-sifat air. Bahwa air hanya bisa
mengalir dari tempat yang tinggi, air bisa menempati ruang dan
berubah bentuk, serta tentang benda-benda yang bisa melayang,
terapung, dan tenggelam di air. Dalam memberi penjelasan ini pun Anda
bisa mengajak anak untuk bereksperimen langsung.
Bagi mereka yang mau berpikir, alam semesta adalah sumber
pelajaran tanpa batas. Di Sekolah alam Duri , para siswa dilatih
untuk dapat "membaca" semesta dengan cara pandang utuh,
menyeluruh. Khazanah semesta dibagi ke dalam tema-tema bahasan. Siswa
kemudian belajar mengupas tema tersebut melalui semua cara pandang
berbagai keilmuan. Sistem pembelajaran "spider web" ini
akan membuat anak didik peka sekaligus terbuka dalam menyimak
permasalahan dan mencari pemecahan yang total.
Kegiatan Science
Fair tentu bukan pameran wahana yang jadi begitu saja. Sebelumnya, di
awal pembelajaran fasilitator mengajak anak-anak berdiskusi untuk
menentukan proyek yang akan dibuat dalam lingkup tema yang telah
ditentukan. Kemudian anak-anak dibagi menjadi kelompok kecil
sesuai bagiannya.
Alhamdulillah, kegiatan sains fair berjalan dengan lancar dan semoga kedepan bisa lebih baik lagi ( Arik J)


Komentar
Posting Komentar